Madiun, 15 Juli 2026 — SMAN 1 Geger terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi peserta didik di bidang seni dan sastra melalui penyelenggaraan Kegiatan Pendampingan Tim Musikalisasi Puisi. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMAN 1 Geger pada Rabu (15/7/2026) ini merupakan bagian dari persiapan intensif menghadapi Festival Musikalisasi Puisi Nasional bagi Pelajar SMA/Sederajat yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pendampingan ini menjadi tahapan penting dalam mematangkan kesiapan tim, baik dari aspek artistik maupun teknis. Selain sebagai wadah pembinaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi, meningkatkan kualitas penampilan, serta membangun kepercayaan diri peserta didik dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Suasana pendampingan berlangsung penuh antusiasme dan interaktif. Seluruh anggota Tim Musikalisasi Puisi mengikuti setiap sesi dengan serius dan penuh konsentrasi. Melalui pemutaran dokumentasi penampilan tim, para pendamping melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap berbagai aspek pertunjukan, mulai dari interpretasi dan penghayatan puisi, penyelarasan aransemen musik, teknik vokal, ekspresi panggung, hingga kekompakan antarpersonel. Setiap masukan diberikan secara konstruktif agar penampilan tim semakin matang dan mampu menyampaikan pesan sastra secara utuh kepada penonton.
Kegiatan ini mendapat pendampingan langsung dari Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, beserta tim Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Turut hadir sebagai narasumber, Dr. Tjahjono Widijanto, M.Pd., yang memberikan pembinaan dan evaluasi berdasarkan pengalaman serta kepakarannya di bidang sastra dan musikalisasi puisi.
Dalam arahannya, Dr. Puji Retno Hardiningtyas menekankan bahwa musikalisasi puisi tidak hanya mengedepankan kualitas musikal, tetapi juga kemampuan menghidupkan makna puisi melalui penghayatan yang mendalam. Menurutnya, setiap larik puisi harus mampu diterjemahkan ke dalam ekspresi, vokal, dan musikalitas sehingga pesan yang terkandung di dalamnya dapat diterima dan dirasakan oleh audiens.
Sementara itu, Dr. Tjahjono Widijanto memberikan berbagai masukan terkait harmonisasi aransemen, teknik vokal, dinamika penampilan, serta pentingnya membangun kekompakan antarpersonel. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah penampilan musikalisasi puisi ditentukan oleh kemampuan seluruh anggota tim dalam menyatukan unsur sastra, musik, dan ekspresi menjadi sebuah pertunjukan yang utuh dan berkesan.
Kepala SMAN 1 Geger beserta seluruh jajaran menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi peserta didik sekaligus menjadi motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan berprestasi di bidang seni serta sastra.
Melalui kegiatan pendampingan ini, SMAN 1 Geger optimistis Tim Musikalisasi Puisi mampu memberikan penampilan terbaik pada ajang Festival Musikalisasi Puisi Nasional. Lebih dari sekadar persiapan menghadapi kompetisi, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen sekolah dalam menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa, sastra, dan budaya Indonesia, sekaligus membentuk generasi yang kreatif, berkarakter, dan berdaya saing di tingkat nasional.




































