DAMPAK PENDIDIKAN DI ERA PANDEMI COVID 19

DAMPAK PENDIDIKAN DI ERA PANDEMI COVID 19

0
SHARE

DAMPAK PENDIDIKAN DI ERA PANDEMI COVID 19 

Oleh: Novita Sandra Hardianti, S.Pd SMAN 1 GEGER

 SMAN 1 GEGER

 

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara

otodidak. Etimologi kata pendidikan itu sendiri berasal dari bahasa Latin

yaitu ducare, berarti “menuntun, mengarahkan, atau memimpin” dan awalan e, berarti “keluar”. Jadi, pendidikan berarti kegiatan “menuntun ke luar”. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau

tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.

Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan. Meskipun pendidikan adalah wajib di sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka.

Sumber: Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Di era pandemi covid saat ini, Pendidikan di Indonesia merupakan salah satu yang terkena dampak paling besar. Sejak pertengahan Maret 2020, Indonesia meningkatkan status bahaya Pandemi, sehingga semua harus melakukan pembatasan yang disebut sebagai Lockdown selama kurang lebih dua minggu lamanya, akibat Virus Corona , atau dikenal dengan sebutan Covid 19.

Pembatasan yang dilakukan selama dua minggu diharapkan bisa mengurangi resiko tingkat persebaran virus covid 19, tetapi ternyata hal ini tidak berjalan seperti yang direncanakan. Persebaran covid semakin besar sehingga Sekolah yang awalnya diliburkan selama dua minggu , mengalami perubahan yaitu Work from Home selama waktu yang belum bisa di tentukan. Hal ini mengakibatkan seluruh sekolah di Indonesia, mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak sampai Universitas meliburkan peserta didik nya, karena di khawatirkan bahwa tingkat kerumunan yang tinggi, bisa menjadi Cluster baru pada persebaran covid 19.

Hal ini juga berlaku untuk sekolah kami yaitu SMAN 1 GEGER Kabupaten Madiun.

SMAN 1 GEGER adalah salah satu sekolah senior dan favorit di kabupaten Madiun wilayah selatan , dimana SMAN 1 GEGER merupakan salah satu sekolah dengan pembelajaran berbasis elektronik atau biasa disebut eLearning dan juga sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional. Seperti yang kita ketahui bahwa SMAN 1 GEGER adalah salah satu sekolah senior di kabupaten Madiun, tepatnya berada di jalan Raya Ponorogo no 634 yang mana SMAN 1 GEGER lebih akran disingkat SMAGER .

Karena SMAN 1 GEGER merupakan salah satu Instansi pendidikan yang harus meliburkan siswa nya karena adanya pendemi Covid 19, maka SMAN 1 GEGER juga meliburkan siswa nya sejak pertengahan bulan Maret dan sekarang sudah terhitung delapan bulan sejak Pandemi Covid terjadi, menjadikan SMAN 1 GEGER yang awalnya ramai oleh siswa menjadi Sepi karena siswa tidak datang ke sekolah.

 

Namun Hal ini tidak menjadikan SMAN 1 GEGER tidak melakukan pembelajaran sama sekali. Pembelajaran secara daring , merupakan salah satu solusi untuk tetap memberikan pelayanan kepada peserta didik.

Kerja keras para guru selama ini sungguh patut diapresiasi. Di tengah pembatasan sosial akibat wabah covid-19, kita harus tetap semangat mengejar dan mengajar ilmu pengetahuan. Hampir tidak ada yang menyangka, wajah pendidikan akan berubah drastis akibat pandemi covid19.

Konsep sekolah di rumah (home-schooling) tidak pernah menjadi arus utama dalam wacana pendidikan nasional. Meski makin populer, penerapan pembelajaran online (online learning) selama ini juga terbatas pada Universitas Terbuka, program kuliah bagi karyawan di sejumlah universitas dan kursus- kursus tambahan (online courses). Tapi, kebijakan physical distancing untuk memutus penyebaran wabah, memaksa perubahan dari pendidikan formal di bangku sekolah menjadi belajar dari rumah, dengan sistem online, dalam skala nasional. Sistem pendidikan online pun tidak mudah. Di samping disiplin pribadi untuk belajar secara mandiri, ada fasilitas dan sumber daya yang mesti disediakan.

Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/311137-pendidikan-indonesia-di-tengah-pandemi- covid-19

Pendidikan harus berjalan dalam keadaan apapun. Untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19 dan kegiatan pendidikan dapat berjalan seperti biasanya maka pemerintah melakukan beberapa upaya untuk mengurangi angka tersebut yang salah satunya diterapkan dalam sistem pendidikan di Indonesia.

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem online atau

sistem dalam jaringan (daring) sejak bulan Maret 2020. Sistem pembelajaran tersebut dilakukan tanpa tatap muka secara langsung, melainkan dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Dengan sistem pembelajaran jarak jauh, peserta didik tidak diharuskan atau diwajibkan untuk datang ke sekolah maupun kampus untuk melaksanakan pembelajaran. Banyak sarana yang pada akhirnya diterapkan oleh tenaga pendidik untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara jarak jauh. Sarana pembelajaran jarak jauh tersebut tidak dapat dihindari dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Beruntungnya SMAN 1 Geger sebelumnya sudah menggunakan pembelajaran eLearning yang mana ini sangat membantu dalam pembelajaran daring, kemudian untuk meningkatkan pembelajaran pihak sekolah bekerjasama dengan Microsoft Teams. Kolaborasi eLearning dengan microsoft Teams memberikan pembelajaran yang maksimal terhadap peserta didik.

Namun, dengan sistem pembelajaran jarak jauh tidak menutup kemungkinan akan timbulnya beberapa masalah-masalah dalam berlangsungnya proses pembelajaran. Dengan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ini, tentunya peserta didik maupun tenaga pendidik dari semua kalangan diharuskan memiliki akses jaringan internet yang baik. Namun, banyak daerah-daerah yang memiliki akses internet kurang baik atau tidak lancar sehingga menjadi salah satu kendala berlangsungnya kegiatan belajar mengajar dengan baik. Selain itu, tidak sedikit peserta didik yang tidak mendapatkan hasil pembelajaran secara maksimal. Baik dari materi pelajaran maupun penugasan-penugasan yang diberikan oleh tenaga pendidik selama pandemi Covid-19 ini berlangsung.

Namun, di samping beberapa kendala yang muncul terdapat beberapa hikmah yang dapat diperoleh dari pandemi Covid-19 tanpa kita sadari. Dengan sistem pembelajaran yang dilaksanakan secara jarak jauh, di mana peserta didik banyak melakukan kegiatan di rumah sehingga dapat mempermudah para orang tua untuk memonitoring anak-anaknya. Selain itu, dari sisi kreativitas baik dari

tenaga pendidik maupun peserta didik dalam sistem pembelajaran jarak jauh dituntut untuk berlaku kreatif. Sebagai contoh tidak sedikit tenaga pendidik membuat materi pembelajaran yang disajikan dalam bentuk video-video pembelajaran. Selain itu, tidak jarang pula pesera didik yang mendapatkan penugasan pembuatan video pembelajaran yang menarik.

Pada dasarnya pandemi Covid-19 memberikan dampak-dampak yang dapat melemahkan aktivitas manusia pada umumnya. Tidak dapat dipungkiri pada awalnya banyak masyarakat yang beranggapan bahwa masa pandemi Covid-19 adalah masa yang menyulitkan umat manusia. Namun, tanpa kita sadari banyak sisi-sisi positif yang dapat kita petik dari pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia hingga hari ini. Dampak yang dirasakan memang sungguh nyata dan dapat dirasakan oleh setiap orang. Namun, masyarakat tidak bisa menjadikan pandemi Covid-19 sebagai sebab untuk tidak melaksanakan kegiatan terutama dalam bidang pendidikan.

Sumber: https://pustakabergerak.id/artikel/dampak-pandemi-covid-19- terhadap-pelaksanaan-pendidikan-di-indonesia-2

Penulis, saat ini sangat berharap Pandemi Covid 19 bisa segera berakhir, sehingga sekolah bisa dimulai lagi. Dan seluruh peserta didik dan juga pendidik, bisa melakukan pembelajaran secara wajar yaitu secara tatap muka. Karena ikatan antara Peserta didik dengan Pendidik tidak bisa digantikan dengan teknologi pembelajaran pada kelas virtual.

Madiun, 21 November 2020

 

Penulis.

LEAVE A REPLY