PENGAMANAN MAKANAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (MJAS) SMA NEGERI 1 GEGER

PENGAMANAN MAKANAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (MJAS) SMA NEGERI 1 GEGER

0
SHARE

PENGAMANAN MAKANAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (MJAS)

SMA NEGERI 1 GEGER

Makanan yang sering ditemui di tengah-tengah masyarakat adalah makanan cepat saji dan makanan jajanan. Makanan jajanan sudah menjadi bagian dari keseharian anak-anak, karena kegiatan di sekolah menyita waktu terbesar dari aktifitas mereka, termasuk aktifitas makan.

 

Makanan Jajanan Anak Sekolah merupakan contoh dimana sekolah memiliki peran penting dalam pencapaian kesehatan masyarakat, terutama kesehatan siswa sekolah. Peran penting ini telah diakui dan didorong oleh WHO pada tahun 2008 melalui pencanangan Konsep Sekolah Sehat atau sekolah yang mempromosikan kesehatan (health promoting school). Hal serupa telah diatur dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 79 tentang Kesehatan Sekolah, yang menyatakan bahwa “Sekolah merupakan institusi yang dapat menciptakan pembelajaran, pertumbuhan, dan perkembangan harmonis peserta didik untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.”

Oleh karenanya, kemampuan hidup sehat peserta didik, dan lingkungan pendidikan yang sehat, perlu diwujudkan dan menjadi tujuan penyelenggaraan Kesehatan Sekolah. Dalam konteks lingkungan pendidikan yang sehat, maka makanan jajanan anak sekolah yang aman, bermutu dan bergizi menjadi suatu keharusan.

Anak usia sekolah adalah investasi bangsa, karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Kualitas bangsa di masa depan ditentukan kualitas anak-anak saat ini. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan sejak dini, sistematis dan berkesinambungan. Tumbuh berkembangnya anak usia sekolah yang optimal tergantung pemberian nutrisi dengan kualitas dan kuantiítas yang baik serta benar.

Pada umumnya, hampir setiap orang tua memberikan uang jajan kepada anaknya untuk membeli makanan jajanan. Akan tetapi, tidak semua makanan jajanan yang tersedia di sekolah aman dan layak untuk dikonsumsi. Terdapat banyak pedagang makanan jajanan yang berada di sekitar sekolah tidak memperhatikan mutu dan kesehatan makanan, sehingga tidak aman dan layak untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Pedagang makanan jajanan tersebut lebih mementingkan untuk memperoleh keuntungan yang besar dengan mengeluarkan modal yang sedikit, namun untuk mendapatkan keuntungan yang besar tersebut mereka tidak memperhatikan aspek keamanan pangan konsumennya.

Makanan jajanan yang biasa anak beli di sekolah biasanya hanya mengenyangkan perut anak, tetapi tidak mengandung gizi yang kaya. Sehingga, bisa jadi anak kekurangan asupan zat gizi penting, seperti zat besi, yang dapat menyebabkan anak menderita anemia gizi. Jika anak sering sakit, maka absen anak akan lebih banyak dan bisa berpengaruh pada prestasi anak di sekolah.

Apa saja bahaya makanan jajanan anak?

Saat ini terdapat banyak makanan jajanan anak yang mengandung bahan kimia dan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang berbahaya bagi kesehatan, yaitu pewarna tekstil seperti rhodamin B, kuning metanil, dan sebagainya. Selain itu terdapat juga makanan jajanan yang mengandung boraks dan formalin, serta terdapat juga makanan yang mengandung pemanis buatan seperti siklamat dan sakarin, dan juga pengawet makanan seperti benzoat yang melebihi ambang batas. Pemakaian bahan kimia ini sangat berbahaya bagi kesehatan dan apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama atau dalam jumlah lebih dapat memicu timbulnya berbagai macam penyakit, seperti kanker, ginjal, dan hati. Sedangkan dalam jangka pendek, penggunaan zat-zat tersebut akan menimbulkan gangguan pencernaan dan sakit kepala.

Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut pihak OSIS SMAN 1 Geger Periode 2016 / 2017 bekerja sama dengan Ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR Volta) untuk mengadakan “Kegiatan Pengamanan Makanan dan Minuman Anak Sekolah” pada tanggal 28 Februari 2017.

Dengan pengurus OSIS maupun

dari ekstra KIR Volta :

  1. Davis Geovano K.
  2. Vienda Ayu Rosyanti
  3. Jauhar F
  4. Vicky Taufik N.R
  5. Seftyana
  6. Sofyan
  7. Yustanti A.M
  8. Sri Gita K.
  9. Tatag Yudha P
  10. Irfan Taufiq
  11. Ihsan E.
  12. Orda F.G

Tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah :

  1. Siswa dapat meningkatkan kesadaran terhadap makanan dan minuman berbahaya.
  2. Siswa dapat membedakan makanan dan minuman yang tidak layak konsumsi.
  3. Siswa dapat meningkatkan pengetahuan dan menambah wawasan tentang hubungan kontribusi asupan energi dan protein dari makanan jajanan dengan status gizi.
  4. Siswa dapat memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh pada tanggal 25 Januari.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengambil sampel makanan dan minuman di kantin dan koperasi SMAN 1 Geger kemudian menguji sampel makanan dan minuman tersebut dengan bantuan pihak Puskesmas Geger.

Uji makanan yang dilakukan pihak Puskesmas Geger di kantin dan koperasi SMAN 1 Geger dengan mengambil 38 sampel makanan yang terdiri dari :

  • Bakso dan pentol 
  • Aneka olahan mie
  • Tempura dan sosis
  • Aneka jenis kerupuk
  • Makroni pedas
  • Aneka olahan usus ayam
  • Aneka jenis keripik
  • Camilan Seblak pedas
  • Cendol
  • Es Krim
  • Roti
  • Olahan Jamur

LEAVE A REPLY