Finalis Sinaps 2016 di Fakultas Kedokteran Universitas Jember

Finalis Sinaps 2016 di Fakultas Kedokteran Universitas Jember

1
SHARE
Ayik & Sonya - SMAN 1 Geger

Hai teman-teman. Bagaimana kabar kalian? Sehat kan? hehe. Disini kami akan berbagi sedikit pengalaman. Tapi tenang, jangan baper dulu ya, soalnya ini bukan urusan cinta, jadi tenang saja. Ok, langsung aja kita berangkat ke topik utama.

Sebelumnya perkenalkan kami terdiri dari dua orang super (super bawel). Hai saya Sonya Karunia Intan, teman-teman akrab menyapa saya Sonya/Intan dan saya teman seperjuangan Sonya, Ayik Rochyatul Jannah yang sering disapa Ayik. Kami adalah teman sekelas. Kami berdua duduk di kelas 3 IPA 6 SMAN 1 GEGER MADIUN. Kami merasa memiliki banyak kesamaan. Kami sama-sama suka iseng, bercanda, suka menonton drama, dll. Kami juga memiliki visi yang sama. Kesamaan visi atau mungkin lebih tepatnya ketertarikan terhadap sesuatu. Entah kenapa kami bisa tertarik pada hal tersebut.

Kesamaan visi, hal itulah yang menjadi awal perjalanan lomba Sinaps yang kami ikuti. Sinaps adalah salah satu perlombaan atau olimpiade biologi kedokteran SMA sederajat tingkat Nasional. Sinaps ini diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Jember.

Kisah ini berawal dari perbuatan iseng kami berdua, mencari kesempatan dengan memanfaatkan situasi yang ada. Nekat pun menjadi langkah awal yang kami tempuh. Cerita dimulai ketika panitia Sinaps datang ke sekolah. Namanya juga perbuatan iseng, kami sengaja mendaftar lomba untuk sekedar cari pengalaman kedepannya saja. Sampai pada akhirnya, kami terdaftar sebagai peserta Olimpiade Sinaps 2016 dalam satu tim.

Seperti kebanyakan murid SMA kelas 3 lainnya, tugas, ulangan harian, ataupun pekerjaan rumah lainnya sudah menjadi makanan sehari-sehari. Itu membuat kami kurang begitu memperhatikan persiapan menghadapi sinaps. Ditambah mungkin karena kami sudah menginjak kelas 3 SMA, pikiran kami juga terbelah pada persiapan ujian nasional. Hari terus berjalan.sampai H-2 perlombaan, kami baru mulai mempersiapkan materi-materi perlombaan yang akan diujikan. Kami mencari sumber-sumber mengenai silabus yang telah ditentukan.

Minggu, 16 Oktober 2016 Hari H penyisihan tiba, kami mengikuti babak penyisihan seperti hal nya peserta lainnya, datang dengan memakai seragam khusus kebanggaan sekolah dan tentu saja membawa harapan. Duduk dan mengerjakan soal seperti yang lain tanpa ada beban layaknya sudah belajar selama 2 bulan. Faktanya, kami baru pegang buku mulai H-2 perlombaan. (jangan dicontoh-_-)

Sepulang dari perlombaan tak terpikir sedetikpun soal nasib kami sehabis babak penyisihan tersebut. Sampai-sampai muncul keyakinan, bahwa kita sudah pasti tidak lolos. Hari pengumuman babak penyisihan pada 7 hari setelah hari H penyisihan. Tepatnya pada Minggu, 23 Oktober 2016 dan hasilnya ternyata hmmmmm…

Kabar gembira
Kabar gembira

Kami lolos sebagai semifinalis olimpiade sinaps 2016. Kami sempat tidak percaya akan hal tersebut. Setelah pengumuman, kami lantas mempersiapkan diri untuk menuju semifinal di Jember.  Selama 3 hari, kami mengurus semua mulai dari tiket, mempersiapkan pakaian, dan tentu saja mempersiapkan materi untuk belajar. Kamis, 27 Oktober 2016 kami berangkat ke Jember. Paginya kami masih sempat mengikuti ulangan harian kimia di kelas. Kami berpamitan dengan guru dan teman-teman sekelas. Do’a mereka mengiringi perjalanan kami ke Jember. Ini pertama kalinya kami pergi jauh tanpa didampingi orang tua.

Sesampainya disana, kami lantas beristirahat. Di penginapan, kami bertemu dengan beberapa rival dari berbagai daerah. Ada yang dari Surabaya, Bali, Banyuwangi, Jogja, dan lain-lain. Sifat kurang percaya diri pun muncul, tapi kami saling memberi motivasi hat itulah yang membuat kami tetap semangat. Beruntungnya lagi, kami didampingi kakak LO yang baik dan perhatian. Jujur kami berdua, baru tau kalau semifinalnya menggunakan sistem Rally H-1 perlombaan.

Sabtu, 29 Oktober 2016 tiba saatnya semifinal. Semifinal dilaksanakan di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Setibanya disana, kami melakukan registrasi. Sebelum semifinal kami diberi pengarah tentang mekanisme pelaksanaannya. Setiap peserta harus mengerjakan soal yang telah disebar di setiap pos dalam waktu 105 menit. Lokasi pos tersebar di lingkup Fakultas Kedokteran. Pos terbagi atas pos mudah, pos sedang, pos sulit dan game. Peserta diwajibkan mengerjakan 7 pos mudah, 5 pos sedang, 2 pos sulit, dan 1 pos game.

Dengan nafas terengah-engah kami berlari dari satu pos ke pos lain mengingat waktu yang diberikan terbatas. Hampir semua pos yang ada kami lewati dan setelah waktu berakhir kami mengumpulkan hasilnya ke panitia. Sungguh kami tidak berfikiran untuk lolos ke final. Setelah itu kami pergi ke mushola untuk menjalankan sholat dzuhur dan makan siang disana. Kemudian kami menuju ke tempat auditorium kembali untuk mendengarkan hasil peserta yang lolos ke babak final. Tangan kami gemetar ketika membuka amplop yang berisi hasil lomba semifinal itu. Hitungan satu, dua, ti…. yakk… segera kami membuka amplop itu dan hasilnya adalah… wow… ternyata kami lolos ke babak final. Kami sempat tidak percaya melihat kertas yang kami pegang. Sonya pun sempat menangis meneteskan air mata. Kami pun seakan tidak percaya akan hal tersebut. Kami hanya berfikir seketika untuk bersyukur dan berterinakasih kepada Allah atas nikmat yang diberikan. Kemudian kami kembali ke hotel untuk beristirahat dan mempersiapkan untuk final olimpiade sinaps.

Keesokan harinya kami menuju ke tempat perlombaan final dilangsungkan, di Auditorium Fakultas Kedokeran Universitas Jember. Kami mengikuti jalannya perlombaan, yang diawali dengan pengerjaan soal uraian di ruang kuliah 1 dan kemudiaan kami menuju ruang kuliah 2 untuk pengerjaan soal praktikum. Setelah itu kami mengikuti kegiatan selanjutnya yaitu skill lab. Jadi di kegiatan skill lab ini kami dibagi per kelompok. Dan untuk kegiatan skill lab ini, kami terpisah. Kami tidak satu kelompok lagi. Di situ kami diajari bagaimana cara pertolongan pertama pada kecelakaan atau keadaan gawat darurat, bagaimana melakukan PCR dan masih banyak lagi. Dalam kegiatan tersebut kami mendapat banyak pengetahuan.

Kemudian kegiatan dalam kegiatan ishoma kami beristirahat untuk makan siang dan sholat. Jeng jeng… yups sekarang saatnya pengumuman siapa saja yang masuk grand finalis. Dan…. penasaran hasilnya gimana ya? Sabar dulu yakk… kalian pasti sudah tahu hasilnya gimana. Yups benar sekali, kami tidak masuk lima besar. Tapi kami maih bersyukur dengan hasil yang kami peroleh. Kami masih bersyukur bisa sampai di tahap ini. Seketika kami mengabari orang-orang terdekat kami bagaimana hasil dari perlombaan ini. Sebelum pulang ke kampung halaman, hehe maksud kami pulang ke Madiun kami berfoto di depan gedung Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Setidaknya kai masih memiliki kenaang-kenangan peristiwa di Jember.

Senin, 31 November 2016 pukul 04.30 WIB kami menuju ke stasiun Jember untuk melakukan perjalanan ke Madiun. Yups… jadi sampai disini dulu ya kawan… mungkin cerita kami ada baik dan tidaknya. Semoga kalian bisa mengambil hal positif dari cerita kami. (Sonya – Ayik)

Penulis artikel
Penulis artikel

1 COMMENT

LEAVE A REPLY