Study Lapangan Mapel Sejarah Kelas XI Ke Beteng “Pendhem” Kab. Ngawi

Study Lapangan Mapel Sejarah Kelas XI Ke Beteng “Pendhem” Kab. Ngawi

0
SHARE
Siswa SMAN 1 Geger mengeksplorasi informasi tentang Beteng “Pendhem” di Kab Ngawi Jawa Timur

Kegiatan pembelajaran merupakan proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi ke mampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberdayakan semua potensi peserta didik menuju kompetensi yang diharapkan.

Kegiatan study lapangan mata pelajaran sejarah klas XI-MIPA dan IPS untuk memfasilitasi pencapaian kompetensi yang telah dirancang dalam dokumen kurikulum agar setiap individu mampu menjadi pembelajar mandiri sepanjang hayat. dan yang pada gilirannya mereka menjadi komponen penting untuk mewujudkan masyarakat belajar. Kualitas lain yang dikembangkan kurikulum dan harus terealisasikan dalam proses pembelajaran antara lain kreativitas, kemandirian, kerjasama, solidaritas, kepemimpinan, empati, toleransi dan kecakapan hidup peserta didik guna membentuk watak serta meningkatkan peradaban dan martabat bangsa.
Proses masuk dan perkembangan penjajahan Bangsa Barat (Belanda) di Indonesia bisa dipahami siswa melalui kegiatan yang telah dirancang menggunakan prinsip yang:

  1. berpusat pada peserta didik,
  2. mengembangkan kreativitas peserta didik,
  3. menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang
  4. bermuatan nilai, etika, estetika, logika, dan kinestetika
  5. menyediakan pengalaman belajar yang beragam melalui penerapan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, efektif, efisien, dan bermakna.

Di dalam pembelajaran, peserta didik didorong untuk menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan yang sudah ada dalam ingatannya, dan melakukan pengembangan menjadi informasi atau kemampuan yang sesuai dengan lingkungan dan jaman tempat dan waktu ia hidup.Kurikulum 2013 menganut pandangan dasar bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari guru ke peserta didik.

Drs. Priyo Wiriandoko menyampaikan “Peserta didik merupakan subjek yang memiliki kemampuan untuk secara aktif mencari, mengolah, mengkonstruksi, dan menggunakan pengetahuan. Berkaitan dengan hal tersebut kegiatan study lapangan mata pelajaran sejarah klas XI-MIPA dan XI-IPS memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengkonstruksi pengetahuan dalam proses kognitifnya, sehingga benar-benar memahami. Peserta didik perlu didorong untuk bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, dan berupaya keras mewujudkan ide-idenya. Didukung oleh kebijakan Sekolah yang memadai, guru mata pelajaran sejarah memfasilitasi peserta didik mengamati, mengeksplorasi informasi tentang Beteng “Pendhem” di Kabupaten Ngawi Jawa Timur 1 Oktober 2016 guna menuju kepemahaman yang lebih tinggi, tentang perkembangan imperalisme Barat (Belanda) di sekitar wilayah Kabupaten Madiun”. (eLZam)

Siswa XI MIPA dan IPS di Beteng Pendem Ngawi
Siswa XI MIPA dan IPS di Beteng Pendem Ngawi
Drs. Priyo Wirihandoko beserta siswa XI-MPA dan XI-IPS
Drs. Priyo Wiriandoko beserta siswa XI-MPA dan XI-IPS

LEAVE A REPLY