MOTIVASI DAN PENGENALAN DIRI OLEH Dr. JACQUILINE

MOTIVASI DAN PENGENALAN DIRI OLEH Dr. JACQUILINE

0
SHARE

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan SMAN 1 Geger demi lebih menumbuhkan pentingnya motivasi belajar dan pengenalan diri, maka pada hari Sabtu tanggal 27 Agustus  2016 SMAN 1 Geger mengundang psikolog dari Bandung yang bernama Dr. Jacquiline seorang Junior Personnel Manager,  PT Pelayaran Meratus  sekaligus Dosen Fakultas Psikologi UKM Bandung. Kegiatan itu diikuti oleh semua  siswa kelas XII yang saat ini sedang melaksanakan intensif belajar rutin setiap hari selasa sampai dengan hari kamis usai kegiatan belajar mengajar  pagi harinya. Kegiatan itu itu bertemakan “melangkahlah, larilah, berpeluhlah, bersyukurlah”.

motivasi 1

Dr. Jacqueline seorang Psikolog sekaligus sebagai dosen Universitan Kristen Maranata Bandung memberikan materi kepada seluruh siswa kelas XII pentingnya memahami motivasi dan pengenalan diri

Motivasi diri adalah sebuah kemampuan kita untuk memotivasi diri kita tanpa memerlukan bantuan orang lain. Kita memiliki kemampuan untuk mendapatkan alasan atau dorongan untuk bertindak. Proses mendapatkan dorongan bertindak ini pada dasarnya sebuah proses penyadaran akan keinginan diri sendiri yang biasanyaterkubur. Setiap orang memiliki keinginan yang merupakan dorongan untuk bertindak, namun seringkali dorongan tersebut melemah karena faktor luar. Melemahnya dorongan inibisa dilihat dari hilangnya harapan dan ketidakberdayaan. Memotivasi diri adalah proses menghilangkan faktor yang melemahkan dorongan kita. Rasa tidak tidak berdaya dihilangkan menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Sementara harapan dimunculkan kembali dengan membangun keyakinan bahwa apa yang diinginkan bisa kita capai.

motivasi 2

Semua siswa kelas XII sangat antusias mengikuti acara motivasi dan pengenalan diri untuk meningkatkan keberhasilan siswa sehingga kelak bisa berhasil di Ujian Nasional maupun SNMPTN

Jika sebuah sumbat motivasi (dalam hal ini ketidak berdayaan dan tanpa harapan) dihilangkan, maka aliran energi dalam tubuh kita bisa mengalir kembali. Membangun impian adalah salah satu cara memotivasi diri sendiri. Namun, membangun impian bisa tidak berguna jika hambatan-hambatan pada diri sendiri masih ada. Inilah mengapa banyak orang yang tidak mau bermimpi, sebab ada sebuah faktor yang masih belum diselesaikan, yaitu faktor keberdayaan. Jadi, sebaiknya sebelum kita membangun mimpi, kita harus membangun rasa percaya diri terlebih dahulu. Jika tidak, membangun impian bisa percuma.

Buat apa mimpi besar jika kita tidak percaya diri untuk mencapainya? Impian yang besar tanpa kepercayaan diri seperti mimpi di siang bolong, angan-angan, atau khayalan belaka. Mereka mengatakan ingin, tapi tidak ada tindakan yang terjadi. Hanya ada dua penyebab, harapan meraih mimpi yang tidak ada dan/atau mereka merasa tidak mampu meraih impian tersebut.Pengenalan pada diri sendiri adalah salah satu panduan individu untuk mengembangkan kepribadiannya. Salah satu kerangka analisa untuk mempelajari ‘jenis kepribadian’ seseorang berdasarkan atas kemauan diri untuk memberi dan menerima, baik informasi maupun masukan (umpan balik) serta kritik di dalam kerja sama kelompok maupun antar individu.

Kita harus mengenal hakikat diri kita dengan utuh, tidak setengah-setengah. Ada sebagian orang yang hanya mengenal kehebatan diri sehingga menjadi takabur. Sementara ada orang yang hanya mengenal kelemahan diri yang menjadikannya rendah diri. Untuk kita perlu mengenal diri secara utuh, yaitu seimbang melihat kemuliaan dan kelemahan sekaligus dengan sikap yang arif sehingga tindakan, perilaku, rencana, dan program kita berjalan dengan seimbang. Tidak sombong namun tidak juga rendah diri. Yang ada adalah percaya diri karena memahami potensi diri yang hebat dan keyakinan bantuan serta pertolongan dari Allah. Percaya diri dibentuk dari percaya kepada potensi diri dan percaya akan pertolongan Allah. Yang terpenting adalah dengan mengenal hakikat diri  diharapkan kita mampu memahami tugas dan peran kita sesungguhnya. Jangan sampai kita hanya melakukan tindakan-tindakan yang sebenarnya bukan tugas dan peran kita, sehingga hidup menjadi sia-sia.

LEAVE A REPLY